Secara umum pendidikan vokasi adalah “industrial educators” yang berperan dalam desain dan implementasi program pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan proses produksi di industri. Jadi pendidikan vokasi sangat berkepentingan dengan perkembangan teknologi yang mempengaruhi dunia industri. Pendidikan vokasi harus mampu menjadi entitas yang dinamis dan mampu mengikuti perkembangan di dunia industri. Saat ini terlihat banyak kecenderungan bahwa penyelenggara pendidikan vokasi tidak mampu merubah diri secara cepat untuk mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja di industri. Berikut contoh dari pengaruh 4 fase sejarah perkembangan teknologi terhadap pendidikan vokasi yang berorientasi pada dunia kerja. Belajar dari sejarah diharapkan bisa membuka mata para insan pendidikan vokasi dalam menyikapi keadaan yang terus berubah.Empat fase perkembangan industri berdasar perkembangan teknologi yang terjadi di dunia serta pengaruhnya terhadap pendidikan vokasi:
Sabtu, 16 Juni 2012
Pembiayaan Pendidikan Vokasi dan Contoh Kasus Beberapa Negara
Pembiayaan pendidikan adalah salah satu isu menarik dan penting dalam membangun pendidikan suatu bangsa. Kali ini saya mencoba menarik beberapa aspek esensial berkenaan pembiayaan pendidikan vokasi dan teknik yang ditulis dalam laporan proyek UNEVOC (International Project on Technical and Vocational Education) dari UNESCO tahun 1996. Laporan ini diberi judul Financing Technical and Vocational Education: Modalities and Experiences.
UPAYA LPTK-PTK DALAM MEMPERSIAPKAN CALON GURU RSBI
Lulusan perguruan
tinggi di Indonesia tidak secara cepat beradaptasi dengan kebutuhan dunia
industri modern. Berdasarkan hasil catatan Kepala Dinas Tenaga Kerja sampai
Desember 2006, sebanyak 22.220 sarjana dan S2 di DIY menganggur atau berstatus
pengangguran. Tantangan tenaga kerja ke depan juga semakin tinggi. Oleh
karenanya tenaga kerja harus memiliki kompetensi ganda (multiskill), inovasi mengakses informasi (hitech), dan mempunyai kondisi prima (Kompas, 28 Juli 2007).
Sementara upaya menjaga relevansi antara pendidikan dan industri seharusnya
jangan hanya dimaknai dengan mentransfer materi atau ketrampilan khas yang
dibutuhkan dunia industri ke lembaga pendidikan. Justru yang dibutuhkan oleh
industri ialah orang-orang yang mempunyai kemampuan berpikir, berkomunikasi,
berinteraksi sosial, dan bekerja dalam tim (Kompas, 3 November 2007).
Kamis, 14 Juni 2012
Hubungan Sekolah dengan Industri/Dunia Kerja
1. Pengertian
Hubungan sekolah dengan industri/dunia kerja diartikan sebagai jalinan kerjasama fungsional yang saling menguntungkan antara sekolah dan dunia kerja/industri dalam penyelenggaraan Diklat, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, sampai pada tahap evaluasi dan pemasaran tamatan.
UNIT PRODUKSI DI SMK
Unit Produksi
1. Pengertian
Unit produksi adalah aktivitas usaha sekolah terkait langsung atau tidak terhadap program Diklat, dalam upaya mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki agar memberikan nilai tambah yang lebih besar untuk mendukung pelaksanaan program sekolah.
BIMBINGAN KEJURUAN DI SMK
Pengertian
Bimbingan kejuruan adalah sebagaimana yang dimaksud Kepmen Dikbud nomor 0490/U/1992, pasal 25 dan 26 yaitu meliputi bimbingan secara umum dan karir kejuruan.
Tujuan
Bimbingan kejuruan pada SMK bertujuan memberikan layanan kepada:
Rabu, 06 Juni 2012
“Rekonstruksi Pendidikan Vokasi (SMK)”
Sebuah Gagasan
Dosen: Prof. Muchlas Samani
http://smkfuture.blogspot.com/2011/02/rekonstruksi-pendidikan-vokasi-smk.html
Dalam melakukan rekonstruksi SMK maka perlu terlebih dahulu penulis ungkapkan
- SMK dan Landasan filosofis
- Permasalahan SMK
- Kebijakan UU/peluang/tantangan/kelemahan/kekuatan (Analisis SWOT SMK)
- Rancangan/rekonstruksi SMK
Langganan:
Postingan (Atom)