Senin, 06 Februari 2012
Mewarnai Es Krim dengan Limbah Bunga Mawar (1)
Written on:
Oleh Mauren Gitta Miranti Syahrudin
(Lulusan Prodi Pendidikan Tata Boga Jurusan PKK-FPTK-UPI, mahasiswa S2 Sekolah Pascasarjana UPI. Email: maurengitta@yahoo.com)
Bunga mawar merah (Rosa damascene Mill) banyak dipergunakan sebagai bunga potong, baik di perkantoran, hotel, maupun di rumah. Jika telah berumur 3 atau 4 hari , bunga tersebut layu dan kehilangan daya tarikm sehingga harganya jatuh. Dalam bunga mawar yang telah layu masih mengandung pigmen antosianin. Zat warna ini banyak diisolasi untuk digunakan dalam beberapa bahan olahan, makanan maupun minuman.
Kamis, 26 Januari 2012
Kamis, 26 Januari 2012
seperti yang diterbitkan di http://www.klik-galamedia.com/index.php?id=201201260843564
Bunga Mawar Pewarna Es Krim
SIAPA yang tidak mengenal kecantikan dan eksotisme mawar merah? Karena kecantikannya, bunga yang memiliki nama latin Rosa damascene mill ini seringkali digunakan sebagai dekorasi di perkantoran, hotel maupun di rumah. Setelah itu bunga-bunga itu dibuang dan jadi limbah.
Tapi di tangan mahasiswi S2 Program Pascasarjana UPI, Mauren Gitta, limbah bunga mawar tersebut memiliki manfaat dan bisa dijadikan pewarna es krim. Bunga mawar, selain aman dan alami, ternyata juga memiliki keunggulan.
"Mawar mengandung antioksidan yang tentunya juga membantu menangkis polutan dan menjadikan awet muda," ujarnya kepada "GM" di kampus UPI, Jln. Setiabudhi, Selasa (24/1).
Tapi di tangan mahasiswi S2 Program Pascasarjana UPI, Mauren Gitta, limbah bunga mawar tersebut memiliki manfaat dan bisa dijadikan pewarna es krim. Bunga mawar, selain aman dan alami, ternyata juga memiliki keunggulan.
"Mawar mengandung antioksidan yang tentunya juga membantu menangkis polutan dan menjadikan awet muda," ujarnya kepada "GM" di kampus UPI, Jln. Setiabudhi, Selasa (24/1).
Rabu, 25 Januari 2012
FILSAFAT dan Permasalahannya
UAS MATA KULIAH
FILSAFAT ILMU
S2 - 2012
1. Pengertian
filsafat?
Filsafat berasal dari bahasa Yunani, yaitu philosophia dan philoshophos. Philos berarti cinta dan shopia atau shopos berarti kebijaksanaan, pengetahuan, dan hikmah. Berdasarkan pengertian
tersebut seseorang
dapat dikatakan telah berfilsafat apabila seluruh ucapan dan
perilakunya mengandung makna dan ciri sebagai orang yang cinta terhadap
kebijaksanaan, terhadap pengetahuan dan terhadap hikmah. Filsafat mengandung arti sejumlah gagasan yang
penuh kebijaksanaan, artinya,
seseorang dapat disebut berfilsafat ketika ia aktif memperoleh kebijaksanaan.
Berfilsafat artinya berpikir menurut tata tertib (logika) dengan bebas (tidak
terikat pada tradisi, dogma atau agama) dan dengan sedalam-dalamnya sehingga sampai ke dasar-dasar
persoalannya.
ANOMALI DAN MUNCULNYA PENEMUAN ILMIAH
Mauren Gitta MS
1104398
maurengitta@yahoo.com
BAB I
LAPORAN BUKU
A.
lmu
Pengetahuan Ilmiah
1.
Metode
Ilmiah
Metode ilmiah menurut Chandra (2010) adalah suatu
pengerjaan terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis.
Karena ideal dari ilmu adalah untuk memperoleh tolerelasi yang sistematis dari
fakta-fakta, maka metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang
fakta-fakta dengan menggunakan pendekatan kesangsian sistematis. Karena itu,
penelitian dan metode ilmiah mempunyai hubungan yang dekat sekali. Dengan
adanya metode ilmiah, pertanyaan-pertanyaan dalam mencari dadil umum akan mudah
terjawab. Menurut Almadk (1939) metode ilmiah adalah cara menerapkan
prinsip-prinsip logis terhadap penemuan pengesahan dan penjelasan kebenaran,
dan menurut Ostle (1975) metode ilmiah adalah pengejaran terhadap sesuatu untuk
memperoleh suatu interelasi.
FILSAFAT: Kebenaran Indrawi
Nanda Harianto
nandaharianto@gmail.com
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan
pada umumnya dan ilmu pengetahuan pada khususnya mengemban tugas utama untuk
menemukan, mengembangkan, menjelaskan, menyampaikan nilai-nilai kebenaran. Problematik
mengenai kebenaran merupakan masalah yang mengacu tumbuh dan berkembangnya ilmu
filsafat. Filsafat merupakan titik awal lahirnya ilmu, dengan mempelajari
filsafat makan seseorang akan mampu berfikir lebih mendalam tentang suatu hal
sehingga mampu menangkap makna dan kebenaran dari hal yang direnungkannya itu.
Berdasarkan tingkatannya, Kebenaran dapat dibedakan menjadi empat lapis;
kebenaran indrawi, kebenaran ilmiah, kebenaran filsafat, kebenaran religi. Pada
makalah ini akan dibahas kebenaran indrawi, bagaimana panca indra yang dimiliki
manusia dapat mencari kebenaran, serta bagaimana panca indra dapat digunakan
untuk memperoleh pengetahuan.
Hubungan Filsafat dengan Ilmu
Mauren Gitta Miranti S
1104398
maurengitta@yahoo.com
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Ditinjau dari segi
historis, hubungan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan mengalami
perkembangan yang menyolok. Pada permulaan sejarah filsafat di Yunani, filsafat
meliputi hampir seluruh pemikiran teoritis. Filsafat Yunani kuno yang awalnya
merupakan suatu kesatuan kemudian terpecah-pecah. Sebelum abad ke 17 ilmu
pengetahuan identik dengan filsafat. Pada perkembangan selanjutanya, yaitu pada
abad ke 17 mulai muncul perpisahan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan.
Pendapat tersebut sejalan dengan pemikiran Van Peursen (Ismaun 2001) yang
mengemukakan bahwa dahulu ilmu merupakan bagian dari filsafat dan ilmu
bergantung pada sistem filsafat yang dianut.
Langganan:
Postingan (Atom)



